Kominfo On Duty 3 : Soekarno Center – Pusat Sejarah Soekarno

Siapa yang tidak kenal dengan Bung Karno? Presiden pertama Indonesia ini sangat berjasa dalam kemerdekaan bangsa kita dari tangan penjajah. Beliau merupakan tokoh yang karismatik dan pemberani. Beliau rela berkorban demi bangsa Indonesia dari tangan penjajah dan oknum – oknum yang tidak ingin akan kemerdekaan Indonesia.

            Pidato – pidato yang beliau kumandangkan selalu memacu semangat rakyat Indonesia untuk selalu membela tanah air. Kepintaran dan karisma beliau telah membuat dunia berdecak kagum. Tidak heran beliau memiliki banyak pengagum dan musuh selama hidupnya.

            Untuk mengenang jasa beliau setelah meninggal, maka dibuatlah Museum Soekarno di Blitar, Jawa Timur. Disana tersimpan foto – foto, tulisan tangan, koleksi pribadi, dan lain – lain. Namun setelah berjalannya waktu dan keterkaitan akan sejarah, semua koleksi Bung Karno dipindahkan ke Soekarno Center di Tampak Siring, Gianyar, Bali.

            Mengapa demikian? Selain karena alasan untuk mengenang jasa – jasa Bung Karno, hal itu terjadi karena beliau dan wilayah Tampak Siring sendiri mempunyai ikatan sejarah dan emosional yang sangat kuat yang dibuktikan dengan keberadaan Istana Presiden Republik Indonesia di sana. Dengan alasan itulah para pendiri Soekarno Center meminta izin secara niskala ke makam Bung Karno atas perpindahan yang dilakukan.

            Setelah dibuka secara resmi pada tanggal 10 November 2011, Soekarno Center dapat dikunjungi secara bebas oleh masyarakat maupun wisatawan dengan merogoh kocek sebesar Rp 30.000 untuk umum dan Rp 15.000 untuk pelajar.  Apabila kita mengunjungi Soekarno Center ini, kita diwajibkan untuk memakai selendang merah yang disediakan di loket pembayaran. Hal ini dikarenakan adanya Soekarno Center merupakan atas izin Bung Karno secara niskala dan banyaknya koleksi pribadi Bung Karno yang terbilang gaib disana. Selain itu kita tidak boleh berkata kasar apabila masuk ke ruangan pameran.

            Untuk memasuki ruangan pameran, ada tata caranya dan tidak boleh dilangkahi. Ruangan pertama yang harus dimasuki adalah ruang pameran lukisan, benda – benda pribadi, dan minatur ruangan – ruangan Soekarno. Selain itu, dilantai dua gedung tersebut terdapat ruangan khusus penyembahan Nyi Roro Kidul. Konon, Bung Karno sendiri adalah seorang pengagum dan menyembah Nyi Roro Kidul. Desas – desus lain mengatakan bahwa  beliau adalah ‘suami’ dari Nyi Roro Kidul. Setelah ke ruangan pameran, kita lanjut ke miniatur perpustakan Bung karno yang terletak di gedung lain.

Walaupun koleksi di Soekarno Center hanya baru 1% dari koleksi di Blitar, namun museum ini wajib dikunjungin untuk merasakan ‘aura’ Bung Karno sendiri. Semoga saja dengan adanya Soekarno Center, banyak para penerus bangsa mengikuti jejak beliau dan memajukan bangsa Indonesia di mata dunia.

The Soekarno Center

Istana Mancawarna, Jl. Dr. Ir. Sukarno Tampaksiring, Gianyar, Bali, Indonesia

www.thesoekarnocenterindonesia.com

 

 

Comments

comments