Sejarah

Sejarah Singkat BEM PM Universitas Udayana

Dalam perjalanannya hingga saat ini begitu banyak hal yang telah dilewati, hingga   tetap   kokoh   berdiri   hingga   masa   kini, BEM PM Udayana yang beranggotakan dari seluruh elemen mahasiswa (13 fakultas) di lingkungan Universitas Udayana ini, memiliki sejarah panjang yang menarik untuk disimak lebih tajam.

Arus kehidupan sosial politik selalu memberikan warna dan memengaruhi perjalanan hidup masyarakatnya, begitupun dengan aktifitas dunia pendidikan yang dinamis dan berdialektik. Tragedi GESTOK (Gerakan Satu Oktober) Tahun 1965, yang berdampak terhadap turunnya resim orde lama berganti awal mula perjalanan orde baru, juga memberi implikasi perubahan kebijakan dalam menghadapi progresifitas organisasi mahasiswa. Apalagi diperkuat pasca tragedi Malari 1974, kebijakan resim orde baru sangat refresif dalam menghadapi sifat kritis dari mahasiswa dalam menyoroti dan peka terhadap permasalahan-permasalahan bangsa. Kebijakan orde baru untuk merepresikan gerakan mahasiswa baik intra maupun ekstra kampus dengan mengembalikan mahasiswa ke dalam kampus dan melarang mahasiswa dalam merespon permasalahan bangsa.

Hal ini teraktualisasi dengan keluarnya Peraturan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) dan salah satu produknya adalah merubah nama organisasi kemahasiswaan internal, khususnya lembaga eksekutif yang pada era tahun 1965-1980 bernama Dewan Mahasiswa (DEMA) diganti dengan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT).

Hal ini dikarenakan kedudukan Dewan Mahasiswa saat itu merugikan kepentingan kekuasaan pragmatis resim orde baru secara politis, karena Dewan Mahasiswa bersikap kritis terhadap kondisi sosial masyarakat dan kebangsaan.

Perjalanan historis SMPT dianggap belum mampu memberikan ruang dinamis fungsi mahasiswa. Idealnya untuk merespon persoalan kampus dan masyarakat. Bergulirnya peristiwa pembaruan kondisi bangsa melalui reformasi memberikan perubahan sistem organisasi kemahasiswaan.

Pada bulan November 1998 melalui musyawarah mahasiswa disepakati perubahan sistem dan bentuk organisasi kemahasiswaan tertinggi ditingkatan universitas, perubahan sstem dan bentuk organisasi kemahasiswaan dari bentuk Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT- Udayana) berubah menjadi Komite Sentral Mahasiswa (KOSMA) yang dipimpin oleh Kepresidiuman KOSMA dengan bentuk kolektif kalegial (pola kepemimpinan bersama) yang dilakukan  secara  bergantian  oleh  ketua  lembaga  di  lingkungan  Universitas  Udayana,  baik fakultas maupun unit kegiatan mahasiswa (UKM).

Pembentukan KOSMA diharapkan mampu mewarnai dinamika perpolitikan bangsa dan responsive terhadap problematika kampus. Namun perjalanan KOSMA semenjak tahun 1998 hingga 2003 belum mampu sesuai dengan fungsi pendiriannya. Sidang Istimewa Mahasiswa Universitas Udayana (SIM-UNUD), pada bulan November 2003, melahirkan format baru Lembaga Kemahasiswaan tingkat Universitas yaitu Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana (PM-UNUD). Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana (PM-UNUD) memiliki dua kelembagaan yaitu Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Udayana (DPM PM UNUD) sebagai fungsi legislatif, yang anggotanya terdiri dari utusan-utusan Lembaga Kemahasiswaan tingkat Fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) , dalam menjalankan fungsinya DPM-PM UNUD bertugas untuk menyerap aspirasi masing-masing Lembaga Kemahasiswaan yang ada di Universitas  Udayana  yang  tentunya  cerminan  dari  aspirasi  mahasiswa  itu  sendiri.  Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana (BEM PM UNUD) sebagai fungsi Eksekutif yang bertugas untuk merealisasikan apa yang menjadi keinginan mahasiswa Universitas Udayana. Lewat format kelembagaan yang baru ini diharapkan segala persoalan yang  menyebabkan  Lembaga  Kemahasiswaan  tingkat  Universitas  kehilangan  legalitasnya mampu teralisasikan.